Musyawarah Restorative Justice: Mencari Solusi Terbaik dalam Perselisihan Kepemilikan Tanah dan Bangunan di Rumah Pambakal Sungai Tabuk Kota** Pada tanggal 15 Mei 2025, tepat pukul 10:14:11, Rumah Pambakal Sungai Tabuk Kota menjadi saksi dari sebuah upaya membangun perdamaian dan keadilan dalam perselisihan kepemilikan tanah dan bangunan yang telah berkecamuk dalam jangka waktu yang cukup lama. Musyawarah Restorative Justice yang digelar ini bertujuan untuk mencapai solusi terbaik guna menyelesaikan agenda perselisihan yang membelah kedua belah pihak. Dalam suasana yang sarat dengan emosi dan ketegangan, para pemangku kepentingan dari masing-masing pihak berkumpul di ruang musyawarah dengan harapan menemukan jalan tengah yang adil dan berkelanjutan. Rumah Pambakal Sungai Tabuk Kota, dengan sejarah panjangnya sebagai saksi bisu konflik yang terus berkecamuk, kini menjadi tempat bagi proses mediasi yang dilandasi oleh keinginan untuk menjaga kedamaian serta memulihkan hubungan antarwarga. Para peserta musyawarah duduk dalam lingkaran, melambangkan kesetaraan dalam mencari penyelesaian yang adil. Proses dimulai dengan setiap pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan, keluhan, dan harapan mereka. Pendekatan restorative justice memungkinkan para individu terdampak secara langsung maupun tidak langsung untuk berbagi cerita, mendengarkan, dan merasakan pengalaman satu sama lain, membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam dan empati yang lebih besar. Melalui dialog yang dipandu dengan bijaksana oleh mediator yang netral yaitu di bimbing oleh pambakal dan di hadiri oleh Babinsa dan bhabinkamtibnas, upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan pun mulai terurai. Kreativitas, kompromi, dan semangat untuk memperbaiki masa depan bersama menjadi pendorong utama dalam setiap argumen yang diajukan dan setiap wacana yang terbentuk. Dengan sabar dan ketekunan, . Musyawarah Restorative Justice di Rumah Pambakal Sungai Tabuk Kota pada tanggal 15 Mei 2025 akan dikenang sebagai tonggak sejarah di mana perdamaian didirikan melalui proses dialog, empati, dan keputusan bersama. Langkah ke depan kemungkinan masih panjang, namun keberanian untuk duduk bersama dan mencari solusi bersama telah diperlihatkan hari ini walaupun belum mendapati titik temu karna kedua belah pihak masih dengan pernyatannya masing2. Semoga keputusan yang diambil dapat membawa kedamaian dan keadilan bagi semua yang terlibat.